Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

RESAHNYA KAKEK PENUMPANG SHOLAT JUM’AT

Ilustrasi Mbah Uwais Karena berbagai kesibukannya dalam menjalani kerasnya hidup, Mbah Uwais sudah sering keluyuran kemana-mana. Dan tidak seperti kebanyakan orang Islam yang lain, Mbah Uwais sudah pernah ‘numpang shalat jum’at’ entah di berapa ratus masjid, atau setidaknya di beberapa puluh masjid di berbagai pelosok daerah di Nusantara. Pastinya semua pengalaman itu selalu menggiurkan. Makin banyak masjid yang didatangi, makin banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkan, makin besar pula percikan rasa bangga dan semangat ghirrah keagamaan muncul di hati nya.   Karena ghirrah ditambah watak ngeyel nya yang tinggi tersebut itulah, ia selalu tak bisa tenang ketika di dalam masjid. Misalnya saja dalam hal khutbah. Diam-diam Mbah Uwais ini mengamati tipe-tipe pola dan tema-tema khutbah disampaikan , di mana saja ia menumpang . Para khatib kita aneh-aneh. Terkadang eksentrik dan mengharukan, terkadang pula teduh dan menidurkan. Ada juga yang berkobar-kobar penuh semang...

PUDARNYA IDENTITAS KAMI

“ Le, lek awakmu kepingin nerusno nang luar negeri, Insya Allah ayahmu gak masalah. Mboh lek ibukmu. Penting siji ae gawe awakmu, entekno disek ilmune kiyai-kiyai ndek Jowo !.” Datar saja kalimat tersebut keluar dari mulut ayahku saat aku pertama kali menyampaikan niat untuk melanjutkan kuliah di salah satu negeri Timur Tengah atas ajakan salah seorang teman. Tapi bagiku ini bagai sebuah hentakan yang lumayan dahsyat. Keinginan sekilas itu pun runtuh seketika. Namun, dari perkataan tersebut aku tahu pasti bahwa sebenarnya dari lubuk hatinya ia begitu menjaga pribadi anaknya ini dari pengaruh luar, baik itu pengaruh moralitas, akhlak, kebiasaan ataupun juga akidah serta faham-faham yang berbeda dengan keluarga. Hal itu pula yang membuatnya terus memondokkan anaknya ini di pesantren, bahkan sampai sekarang. Dari perkataan itu pula yang membuatku semakin yakin bahwa ia menyimpan beribu makna yang tersirat di balik diamnya. Baginya yang selama ini memang hanya mengemban ilmu...