Ilustrasi Dimana-mana, dunia akademisi seakan lebih dipuja-puja, apalagi menjelang tahun ajaran baru ini. Bagaimana tidak, dari anak pejabat, anak konglomerat, sampai anak kuli berbondong-bondong mendaftar masuk kuliah. Banyak yang berbahagia setengah mati saat diterima di perguruan tinggi yang diinginkan. Jika gagal pun juga ada yang sampai benar-benar mati gara-gara bunuh diri. Saya Jadi menerka-nerka. Jangan-jangan para petinggi di Perguruan tinggi ternama tersebut main mata dengan Tuhan agar bersedia memastikan cerahnya masa depan mereka. Atau jangan-jangan mereka malah melangkahi kehendak-Nya, seakan-akan mereka mempunyai paket istimewa masa depan sesuai dengan kemampuan finansial siswa masing-masing. Ketika kita lulus SMA atau sederajatnya, saya yakin bahwa akan terbesit di benak kita walau sekecil apapun untuk melanjutkan kuliah. Wajar memang, karena kuliah saat ini telah bermetamorfosis menjadi sebuah tuntutan zaman. Banyak elemen masyarakat, apalagi perkotaan ...
"Senja bukanlah awal mula, tapi juga bukan akhir cerita. Senja tak pernah lama, hanya sebentar kemudian kembali tiada. Senja memang bukan pemancar energi, namun bagiku tempat merefleksi diri kembali. Senja adalah saat terindah untuk berserah diri, pada Ilahi Rabbi. Di senja hari, mari saling introspeksi. Monggo ngopi."