Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

KERETA TUA ITU BERNAMA BHINNEKA

Senja yang cerah, Mbah Uwais termangu menunggu sembari duduk di kursi panjang yang telah disediakan. Di genggaman rapuhnya, kusut tersemat kertas tiket perjalanan kereta tua yang telah lusuh. Sudah berjam-jam lamanya ia menunggu sendiri. Ia lupa sudah berapa lama.   Terlalu aneh memang bagi seorang kakek renta untuk menunggu sendirian di sebuah stasiun yang ramai berlalu lalang orang-orang yang tak dikenalnya. “Orang-orang asing yang aneh,” begitu gumamnya. Namun ia sudah bertekad, kesempatan ini harus menjadi momen berharga yang tak boleh ada seorang pun dari anak maupun cucunya yang bisa mengganggunya. Ia sudah gerah diperlakukan seperti anak kecil. Hari itu, Mbah Uwais akan bertemu dengan teman masa mudanya. Tanpa ia pernah duga, pundaknya ditepuk lemah oleh seseorang. Seorang yang lama dinanti-natinya. Mbah Uwais pun tersenyum menyapa. “Hei, Azhar! Akhirnya kita bertemu setelah sekian lama.” Entah sudah berapa puluh tahun mereka tak pernah bertemu, namun Mbah ...

TAHUN BARU HIJRIYAH, SAAT BENAR-BENAR KEMBALI HIJRAH

Hijrah, A Move to be Better Setahun penantian telah berlalu, saatnya menyongsong tahun yang baru. Sebuah harapan penuh gairah yang menggiurkan terpampang di depan mata. Perbaiki kesalahan-kesalahan lama yang membuat pikiran gerah. Saatnya untuk merefleksi diri kembali. Bercermin selama satu tahun ke belakang dan merencanakan selama satu tahun ke depan.  Saatnya introspeksi segala tindak-tanduk kita untuk kemudian menjadi acuan menantang ‘masa(lah di)depan’.     Saat ini masih hangat-hangatnya Tahun Baru Hijriyah, sebuah penanggalan resmi umat Islam yang oleh Umar bin Khaththab diambil dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad beserta Abu Bakar dari Makkah ke Madinah. Hijrah Nabi ini kemudian disusul oleh rombongan sahabat-sahabat yang lain. Maka dari itu, patokan tahun pertama hijriyah dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi tersebut. Bukan dimulai dari peristiwa lahirnya Nabi Muhammad sebagaimana penanggalan Masehi yang menjadikan peristiwa lahirnya Isa Al-Masih sebag...

SEBUAH SESAL YANG SAMAR

A Lonely Old Man Semilir melambai teduh ketika ia memejamkan mata dalam sepinya. Nuansa mesra seperti ini selalu berhasil membuatnya hanyut dalam gelombang tenang. Hatinya selalu merasa tentram walaupun hanya berteman sunyi. Jauh dari hingar bingar gemuruh dunia luar. Sukmanya menggelegar, sakit menyeluruh seluruh tubuh setiap mengingat dunia yang selalu sulit ia jauhi. Dunia kejam yang terlanjur mencengkeram seluruh sendi-sendinya. Kening keriput Mbah Uwais pun saling mengernyit menahan rasa resah. Dalam perjalanan panjangnya ia banyak mendapatkan banyak hal tak terkira. Seperti ia yang tiap saat menjumpai dengus panas gerutu manusia-manusia di sekitarnya. Entah mereka kurang merasakan sentuhan syukur dalam kalbunya, sehingga ia selalu mengeluh dalam tiap tingkat jalan hidupnya. Atau mungkin saja mereka terlalu lama larut dalam angan-angan dan ambisi yang telah terlanjur dalam menusuk ulu hatinya. Mbah Uwais masih saja bingung memikirkan hal itu. Di setiap fase hidup...