Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

ASMARA DALAM ASRAMA KAMI

Our  Beloved Building Gedung asrama kami memang tak begitu megah, namun di sana ada berbagai kisah indah. Terlukis begitu saja. Tanpa terasa kami berproses, tumbuh besar dan menjalin asmara bersama dalam naungan gedung asrama yang sama.   Dulu, tiap malam canda dan tawa kami tumpah ruah. Cangkir-cangkir kopi malam berdentingan di antara kejauhan membentuk kepulan melodi menggugah. Seruput demi seruput tak terasa semakin mengasah secercah cerah. Percakapan-percakapan kami seringkali menggaungkan resah. Namun akan selalu teringat, akan tiba masanya percakapan itu menjadi susah diterjemah. Membuncah dalam desah. Karena keresahan itu ditanggung bersama tanpa banyak tingkah. Aku rindu saat-saat dulu ku merengek gundah, lalu ku temukan tempat bersandar lelah. Dan jika ku katakan bahwa aku mengharapkannya juga saat ini, sungguh aku tak tahu lagi harus mengutarakannya kepada siapa. Kini aku merasa seakan jarak sudah semakin mengaburkan realita dengan asa. Asa tersebu...

SUDUT PANDANG YANG BENDERANG

Our Point of View “Mengenal banyak sudut pandang membuat matamu terbuka lebar.” Sepertinya itu kalimat yang tepat namun singkat untuk menyatakan kekagumanku akan begitu banyaknya sosok hebat dalam satu waktu yang ku temui saat itu. Tidak hanya sehari saja, namun empat hari kami dipertemukan dalam suatu hotel untuk berkumpul dan berdiskusi membahas Pancasila dan keragaman di Indonesia. Adalah Komunitas Bela Indonesia, sebuah komunitas yang bisa dibilang berusia muda ini membawa saya untuk pertama kalinya mengenal begitu kayanya perbedaan yang ada. Melalui tagline Indonesia Rumah Bersama, kami belajar banyak hal yang menjadi landasan kita untuk terus mengkampanyekan Pancasila dengan Bhinneka-nya. Hal-hal tersebut antara lain berupa argumentasi agama tentang perbedaan, kemampuan menulis, berdebat serta social media management . Namun, bagi diri saya pribadi. Agaknya nilai dan kenangan berharga yang saya dapat jauh lebih besar dari semua itu. Sebelum datang ke komunitas...

KISAH SEORANG AHLI YANG KALAH SAING

Who's Better ? Kang Uwais baru saja keluar dari salah satu pondok pesantren terkenal di Jawa Timur. Selain itu, ia juga masih berstatus  fresh graduate  dari salah satu perguruan tinggi yang kebetulan berafiliasi dengan pesantren tersebut. Bahkan beberapa tahun sebelumnya, ia sudah banyak merasakan pahit manisnya kehidupan santri di banyak pesantren di penjuru Jawa. Bisa dibilang, dia adalah santri idaman nan teladan yang juga terasah sisi akademisnya. Sungguh sebuah kriteria tepat di masa yang tepat. Saat di mana sedang manis-manisnya buah itu matang dan siap dipetik dari pohonnya. Ah, Kang Uwais sudah siap untuk menantang dunia. Dalam perjalanannya, ia sudah banyak berkhidmat dan berjuang untuk pesantren. Atas berkat pengabdian yang tak kenal lelah itulah, Pak Kyai begitu menyayangi Kang Uwais. Kang Uwais bahkan pernah ditawarkan untuk dijodohkan saja dengan anak Pak Kyai, atau paling tidak dengan salah satu santriwatinya. Sungguh kisah yang indah jika benar-benar...