Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

SUMBER YANG KERUH

Ada tiga unsur utama yang mempengaruhi suksesnya sebuah pendidikan bagi seorang individu. Sesuai namanya unsur pusat pendidikan ini terdiri dari tiga jenis, yakni sekolah, masyarakat dan keluargasang anak sendiri. Tri pusat pendidikan bisa dibilang merupakan manifestasi dari sumber pendidikan di mana seorang individu memperoleh nilai-nilai pendidikan.   Unsur sekolah, biasanya identik dengan pendidikan formal yang menyampaikan materi dan informasi yang amat sangat penting bagi kehidupan si anak. Sedangkan lingkungan masyarakat sebagai basis pendidikan non-formal berperan mengajarkan norma-norma, tatanan masyarakat dan skill berkehidupan yang juga diperlukan di masa depan. Begitu pula dengan keluarga sebagai tonggak pendidikan informal dan awal pendidikan bagi si anak itu dimulai, tentunya peran keluarga amat sangat penting bagi si anak sebagai bensin dalam menjalani masa depannya. Selayaknya sebuah unsur, tri pusat pendidikan ‘harusnya’ berjalan beriringan, ber...

Brotherhood Humanities di Era Millenial

“ Jangan kau berikan hikmah kepada orang yang tak berhak menerima; kau akan membuat hikmah itu salah makna. Dan jangan kau tahan hikmah dari orang-orang yang berhak menerima; kau akan membuat mereka salah arah ” –Maulana Jalaluddin Rumi                 Indonesia adalah Negara besar, baik dari segi teritorial maupun kultural. Hidup di Indonesia sama halnya dengan hidup ditengah kemajemukan. Ada ratusan suku, budaya, adat, bahasa daerah, serta berbagai macam keberagaman dan keberagamaan. Maka sangat lucu jika hidup di negeri yang kaya keberagaman ini, namun masih berkoar  –penuh semangat, nafsu, dan ambisi- untuk menyamakan dirinya sendiri dengan saudara yang lainnya. “ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara ...

BUKAN GOLONGAN KAMI

Sound of Majority Baru-baru ini, kami melihat video yang tak enak untuk ditonton. Ya, video masak - memasak. Kenapa bisa memasak begitu me ng gerah kan untuk ditonton? Ya lihat saja apa yang mereka masak. Dua orang bernama Coki Pardede dan Tretan Muslim ini memasak daging babi dicampur air sari kurma. Membayangkannya membuatmu panas kan? Apakah Nabi atau para sahabat pernah memasak daging babi dicampur kurma?? Tidak!! Sesungguhnya Tretan Muslim dan Coki Pardede telah melakukan penghinaan dalam beragama. Karena itu mereka bukanlah golongan kami. Ya, golongan kami adalah golongan yang paling benar. Bahkan seandainya zaman dulu sudah ada media sosial—untuk membully—dan masa yang besar—supaya terlihat superior—niscaya akan kami tuntut itu si Sufi perempuan, Rabi’ah Al-Adawiyah. Kenapa juga si Rabi’ah itu ingin membakar surga dan menyiram api neraka? Itu kan ‘simbol’ agama yang amat sa k ral bagi golongan kami.   Apakah Rabi’ah Al-Adawiyah tidak melihat betapa usaha k...