Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

SENANDUNG RINDU YANG MENGGANGGU

The Great Mosque of Demak, One of The Old Javanese Mosques  Surat berbahasa Arab itu pun akhirnya selesai ia tulis. Tinta yang ia torehkan dalam secarik kertas itu tergores dengan gamblang. Bagaimana sebuah surat atas nama keresahan yang ia pendam sejak lama. Sebuah keresahan atas serangan zaman yang kian edan . Kiai Mahmud dengan kop surat pondok pesantren yang diasuhnya—Pesantren Darul Ulum Asy’ariyah—mengirim surat tersebut kepada kawannya, Kiai Mas’ud Kawuganten. Surat tersebut berjudul Risalah Hukm An-Nida’ lil Ibadah bis Spikr (Risalah tentang hukum mengajak beribadah dengan speaker). Dari judulnya saja mungkin kita sudah memahami, bahwa surat ini dimaksudkan untuk menentang penggunaan speaker atau alat pengeras suara di masjid. Hujjah yang ia bangun adalah selain tidak ada di zaman Nabi— bid’ah—, juga berdasarkan banyaknya mudharat yang disebabkan. Terutama, yang dimaksudkan Kiai Mahmud bila misal speaker tersebut mengganggu hak dan kebutuhan manusiawi orang lain. ...

Azhar Journey : Cinta Sesungguhnya Tidak Memerlukan Alasan Untuk Mencintai dan Dicintai

“Ada beribu alasan untuk jatuh cinta, namun cinta seungguhnya tidak membutuhkan alasan untuk mencintai dan dicintai. Karena cinta letaknya di dalam hati yang terdalam, bukan di dalam akal pikiran.” Azhar adalah seorang remaja seperti pada umumnya, lengkap dengan lika-liku hidup yang penuh kegalauan. Dia mungkin salah satu dari segelintir remaja yang tidak biasa, disaat teman sebayanya sibuk dengan urusan percintaan, A zhar justru tidak tertarik sedikitpun tentangnya. Bahkan A zhar menganggap bahwa cinta itu suatu hal yang tidak penting dan hanya membuang waktu saja.             Waktu beranjak dari tahun ke tahun, hingga suatu ketika A zhar menemukan buku sastra-religi yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya, memang A zhar bukanlah orang dengan minat di bidang seni. Raut wajah terpukau sekaligus kagum bercampur aduk dengan bingung tampak selama dia membolak-balik lembaran buku tersebut. Azhar baru mengerti makna budaya ...

DAN SENYUM ITU PUN MEREKAH

A man Besides The Dome of Rock                      Setetes embun mulai meluruh jatuh ketika malam yang begitu dingin menyelimuti bumi Palestina. Bersamaan dengan deru peluru yang saling bersaut-sautan dalam gelap yang kelam. Disambut tangis yang menyayat hati nurani siapa pun yang masih memiliki hati. Penjajahan menindas kemerdekaan mereka. Kebahagiaan mereka terenggut dalam sangkar besar bernama perang. Detik-detik dalam napas mereka terasa berat untuk dilepaskan, seakan udara tak mau lagi dihembuskan dari remuknya dada mereka.             Dan mereka pun mulai melawan. Titik-titik perjuangan dikobarkan dari paraunya suara mereka. Pekik takbir dikumandangkan bersamaan dengan desingan semangat mereka memperjuangkan hak miliknya. Mereka tak bisa sembunyi dan berpangku tangan begitu saja menerima nasib yang ada, mereka harus memperjuangkan tanah yang telah mereka tempati...

ANTARA TAKUT, HARAPAN DAN CINTA

Dalam hidup, suatu yang wajar jika banyak hal yang terlewatkan, wajar saja mengingat hal itu bukan berarti meninggalkan dan melalaikannya. Hanya sekedar terlewatkan. Namun bagaimana jika hal tersebut justru sangat berpengaruh bagi keseluruhan hidup kita. Tengok saja peternak ayam potong, intensitas pakan dan vitamin dalam minuman si ayam tentunya juga berpengaruh besar di hari panen. Detail-detail kecil bisa jadi begitu berpengaruh untuk kita cermati. Banyak hal semacam ini terjadi, tidak hanya teruntuk para peternak.   Misalnya saja, dalam urusan melaksanakan ibadah dalam keseharian, baik itu mahdhah— ibadah paten yang tidak memungkinkan adanya inovasi—ataupun ibadah yang bukan mahdhah seperti sedekah dan sebagainya. Ini bukan masalah syari’at dan tata cara kita menjalankannya. Karena dua hal ini sudah terlalu umum untuk dibicarakan. Ini hanya masalah niat. Terlalu sederhana mungkin jika dilihat dari kulitnya, tapi sebenarnya ada hal kecil namun berpengaruh yang mung...